PENGELOLAAN LABORATORIUM


SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM IPA

PENGERTIAN DAN FUNGSI LABORATORIUM

Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran  ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan  dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.  dengan  menggunakan alat bantu yang menjadi kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Laboratorium ilmiah biasanya  dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium  fisika, laboratorium  kimia,  laboratorium biokimia.
Dalam konteks pendidikan di sekolah laboratorium mempunyai  fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metoda praktikum yang dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung.  Kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran yang sangat besar  terutama dalam:
1. membangun pemahaman konsep;
2. verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep;
3. menumbuhkan keterampilan proses (keterampilan dasar bekerja ilmiah) serta afektif siswa;
4. menumbuhkan “rasa suka” dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari;
5. melatih kemampuan psikomotor.
Oleh karena itu kegiatan laboratorium/praktikum  akan  dapat  meningkatkan kecakapan  akademik,  sosial,  dan vokasional. 

SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM IPA

Sejak penerapan ISO/Guide 25: 1982 penggunaan sistem mutu laboratorium berkembang dengan pesat karena banyak digunakan berbagai negara sebagai dasar membentuk sistem mutu di laboratorium dan digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui kemampuan laboratorium oleh badan akreditasi maupun pelanggan. Indonesia telah mengadopsi ISO / IEC 25 menjadi BSN-101 tentangpersyaratan umum kemampuan Laboratorium Kalibrasi dan laboratorium penguji.

Pentingnya Mutu Laboratorium

1.  Definisi kualitas/mutu
Kualitas/mutu dapat didefinisikan sebagai suatu ketelitian, kehandalan, dan ketepatan waktu dalam melaporkan hasil tes. Hasil tes laboratorium harus seakurat mungkin, semua aspek yang menyangkut pengoperasian laboratorium harus diakui, dan pelaporannya harus tepat waktu karena banyak digunakan dalam lingkungan kesehatan publik dan klinis.

2.  Tingkat ketelitian yang diperlukan
Ketika melakukan pengukuran, selalu ada beberapa tingkat ketidaktepatan. Tantangannya adalah bagaimana mengurangi tingkat ketidaktepatan sebanyak mungkin, dengan mengingat keterbatasan sistem pengujian. Pada tingkat ketelitian 99% mungkin pada awalnya dapat diterima, tetapi kesalahan 1% yang dihasilkan dapat menjadi sangat besar dalam sistem di mana banyak peristiwa terjadi, seperti dalam pengujian laboratorium.
3.  Dampak negatif kesalahan laboratorium
Laboratorium menghasilkan hasil tes yang banyak digunakan dalam klinis dan lingkungan kesehatan publik, dan hasil kesehatan tergantung pada keakuratan pengujian dan pelaporan. Jika hasil yang disediakan tidak akurat, konsekuensinya bisa sangat signifikan, termasuk :
-          Pengobatan yang sia-sia
-          Kesulitan dalam pengobatan
-          Kegagalan dalam memberikan perawatan yang tepat
-          Penundaan dalam diagnosis yang benar
-          Tambahan dan tes diagnostik yang tidak perlu.
Konsekuensi ini mengakibatkan korban waktu dan usaha personil, begitupun dengan pasien mengeluarkan biaya yang banyak.
4.  Meminimalisir kesalahan laboratorium
Untuk mencapai tingkat tertinggi dari keakuratan dan kepercayaan, maka penting untuk melakukan semua proses dan prosedur di laboratorium dengan cara yang terbaik. Laboratorium adalah sistem yang kompleks, melibatkan banyak langkah kegiatan dan banyak orang. Kompleksitas sistem ini membutuhkan proses yang banyak dan prosedur harus dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, model sistem manajemen mutu, sangat penting untuk mencapai kinerja laboratorium yang baik.

Model Sistem Manajemen Mutu

Ketika semua prosedur laboratorium dan proses tersebut akan disusun dalam struktur yang dapat dimengerti dan diterapkan, kesempatan untuk memastikan bahwa semua dikelola dengan baik juga meningkat. Model mutu di sini digunakan untuk mengatur semua kegiatan laboratorium menjadi 12 sistem mutu yang penting. Sistem mutu yang penting ini adalah seperangkat dari kegiatan yang dikordinasikan yang berfungsi seperti balok bangunan untuk manajemen mutu. Masing-masing harus diatasi jika peningkatan kualitas laboratorium secara keseluruhan yang ingin dicapai. Model sistem manajemen dikembangkan oleh CLSI, dan sepenuhnya sesuai dengan standar ISO.
Menjamin keakuratan dan keandalan seluruh jalur alur kerja tergantung pada manajemen yang baik.
1.  Organisasi
Dalam rangka untuk memiliki fungsi sistem manajemen mutu, struktur dan manajemen laboratorium harus diatur sehingga kualitas kebijakan dapat ditetapkan dan dilaksanakan. Harus ada struktur organisasi pendukung yang kuat,  komitmen manajemen sangat penting dan harus ada mekanisme untuk pelaksanaan dan pemantauannya.

2.  Personil
Sumber daya laboratorium yang paling penting adalah kemampuan, sikap kerja para pegawai. Kualitas sistem manajemen untuk banyak elemen dari manajemen personalia dan pengawasan, dan mengingatkan kita tentang pentingnya dorongan dan motivasi.

3.  Peralatan
Banyak jenis peralatan yang digunakan di laboratorium, dan masing-masing peralatan harus berfungsi dengan baik. Pemilihan peralatan yang tepat, pemasangan dengan benar, memastikan bahwa peralatan baru bekerja dengan baik, dan memiliki sistem untuk pemeliharaan adalah bagian dari program manajemen peralatan dalam sistem manajemen mutu.
4.  Pembelian dan persediaan
Pengelolaan bahan-bahan dan perlengkapan di laboratorium kerap kali menjadi tugas yang menantang. Namun, pengelolaan yang baik dari pembelian dan persediaan dapat menciptakan penghematan biaya selain untuk memastikan persediaan bahan-bahan yang tersedia bila diperlukan. Prosedur yang merupakan bagian dari manajemen pembelian dan persediaan dirancang untuk memastikan bahwa semua bahan-bahan dan perlengkapan mempunyai kualitas yang baik, dan bahwa bahan-bahan tersebut digunakan dan disimpan dengan cara melindungi keutuhan dan kehandalannya.

5.  Proses pengawasan
Proses pengawasan terdiri dari beberapa faktor yang penting dalam memastikan kualitas proses pengujian laboratorium. Faktor-faktor ini termasuk kontrol kualitas untuk pengujian, manajemen yang tepat dari sampel, termasuk pengumpulan dan penanganan, dan  pembuktian metode  dan pengesahan.
Unsur-unsur dari proses pengendalian yang sangat akrab bagi laboran, pengawasan kualitas adalah salah satu latihan kualitas pertama untuk digunakan di laboratorium dan selanjutnya untuk menempatkan peran penting dalam memastikan keakuratan pengujian.

6.  Manajemen informasi
Produk dari laboratorium adalah informasi, terutama dalam bentuk tes pelaporan. Informasi (data) harus hati-hati dikelola untuk memastikan keakuratan dan kerahasiaan, serta aksesibilitas ke staf laboratorium dan kesehatan penyedian perawatan. Informasi dapat dikelola dan disampaikan dengan sistem kertas atau dengan komputer, keduanya akan dibahas pada bagian manajemen informasi.

7.  Dokumen dan catatan
Dari 12 sistem mutu, banyak yang saling tumpang tindih. Misalnya hubungan antara "dokumen dan catatan" dan "manajemen informasi". Dokumen yang diperlukan di laboratorium untuk menginformasikan bagaimana melakukan sesuatu, dan laboratorium selalu memiliki banyak dokumen. Dalam melakukan rekaman harus dengan cermat agar menjadi akurat dan mudah diakses.
Sistem mutu harus didokumentasikan secara penuh dan paling tidak mempunyai informasi sebagai berikut :
a.       Ruang lingkup tugas laboratorium.
  1. Organisasi dan staf laboratorium.
  2. Operasi, kalibrasi dan jadwal maintenance peralatan dan instrumentasi.
  3. Spesifikasi dan instruksi penyimpanan bahan kimia dan reagen.
  4. Inventarisasi prosedur test dan analisa secara komplit dan rinci.
  5. Inventarisasi penuh dan rinci tentang semua SRM (Standard Reference Material) baik yang disertifikasi maupun khusus untuk laboratorium (in house) guna validasi analisa dan kalibrasi peralatan.
  6. Dokumentasi, penyimpanan dan arsip yang memadai untuk catatan

8.  Kejadian manajemen
Kejadian manajemen laboratorium adalah suatu kesalahan atau suatu peristiwa yang sering terjadi di dalam laboratorium. Sebuah system di dalam laboratorim diperlukan untuk mendeteksi masalah atau kejadian. Untuk menangani hal tersebut , kita harus belajar dari kesalahan dan harus di ambil tindakan sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi.

9.  Penilaian
Proses penilaian merupakan suatu proses untuk memeriksa kinerja laboratorium dan membandingkannya dengan standar, tolak ukur atau dengan kinerja laboratorium lainnya. Standar kualitas laboratorium merupakan bagian penting dari proses penilaian, pelayanan dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk laboratorium. Proses penilaian terbagi atas dua macam yaitu :
1.      Penilaian internal yaitu penilaian yang dilakukan dalam laboratorium dengan menggunakan staf itu sendiri.
2.      Penilaian eksternal yaitu penilaian yang dilakukan dalam laboratorium oleh kelompok atau lembaga di luar laboratorium.

10.  Tindakan perbaikan
Tujuan utama dalam system manajemen mutu adalah perbaikan secara terus-menerus di dalam laboratorium dan dilakukan secara sistematis.

11.  Pelayanan kepada pelanggan
Konsep pelayanan kepada pelanggan sering diabaikan dalam praktek laboratorium. Namun penting untuk diketahui bahwa laboratorium adalah organisasi jasa. Oleh karena itu pelanggan atau klien yang masuk ke dalam suatu laboratorium menerima apa yang mereka butuhkan. Laboratorium harus memahami siapa pelanggan dan apa yang mereka butuhkan sehingga nantinya akan ada umpan balik pelanggan untuk membuat perbaikan.

12. Fasilitas dan keselamatan
Ada beberapa hal yang harus menjadi bagian dari fasilitas manajemen dan keselamatan seperti :
1.      Keamanan
Berfungsi untuk mencegah resiko yang tidak di inginkan atau bahaya yang ada di ruang laboratorium.
2.      Penahanan
Berfungsi untuk meminimalkan resiko dan mencegah bahaya di ruang laboratorium yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
3.      Keselamatan
Mencakup kebijakan dan prosedur atau tatanan untuk mencegah kerugian pekerja, pelanggan dan masyarakat.
4.      Ergonomics
Membahas fasilitas dan adaptasi peralatan untuk memungkinkan keamanan dan kondisi kerja di lokasi laboratorium.
5.  Model sistem manajemen mutu
Dalam model sistem manajemen mutu, semua dari 12 sistem kualitas yang perlu harus ditujukan untuk memastikan hasil laboratorium yang akurat, handal dan tepat waktu, dan untuk memiliki kualitas operasi laboratorium. Penting untuk diketahui bahwa didalam laboratorium sistem mutu dapat diterapkan dalam urutan yang paling sesuai dengan laboratorium. Pendekatan untuk pelaksanaannya akan berbeda dengan kondisi setempat.

Dari ulasan yang telah diuraikan, penulis ingin mengajukan pertanyaan :

  1.      Hal-hal apa saja yang menjadi tinjauan dari sistem manajemen mutu laboratorium ?
  2.      Bagaimanakah meminimalisir kesalahan dilaboratorium ?
  3.      Siapa sajakah yang berperan dalam peningkatan mutu laboratorium di sekolah ?




Komentar

  1. Menanggapi pertanyaan no. 3.
    Menurut saya semua warga sekolah berperan dalam meningkatkan mutu laboratorium terutama kepala labor, laboran, teknisi, kepsek, bendahara, serta guru bidang study yang menggunakan labor.
    Atau dengan kata lain, semua yang tercantum dalam struktur organisasi labor berperan dalam meningkatkan mutu labor.
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. menyikapin pertanyaan no 2.?
    1.Dilarang Makan dan Minum di Laboratorium
    2. Tidak Bekerja sendirian
    3. Penggunaan Label / Tanda Peringatan
    4.Mengelola Anggaran Keamanan di Laboratorium
    5. Menyimpan bahan kimia mudah terbakar pada kabinet tahan api

    BalasHapus
  3. Menanggapi pertanyaan no 3 Siapa sajakah yang berperan dalam peningkatan mutu laboratorium di sekolah ? Pihak yang bertanggung jawab tentunya adalah Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah kurikulum dan sarana prasarana, kepala laboratorium, Guru-guru bidang studi IPA, teknisi dan laboran. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu laboratorium. Terima Kasih

    BalasHapus
  4. Saya mencoba menanggapi pertanyaan pertama, menurut saya yg menjadi tinjauan dalam menajement mutu laboratorium adalah kelayakan ruangan, vasilitas. Pentilasi, tmpat pembuangan, stukrur pengolahan dan dokumentasi. Kegiatan pratikum apa saja yg d laksanakan..

    BalasHapus
  5. saya akan menanggapi pertanyaan no.2mengenai Bagaimanakah meminimalisir kesalahan dilaboratorium ?
    menurut saya, laboran harus menyusun dan menyimpan alat dan bahan labor berdasarkan bahan dan jenisnya pada suatu tempat khusus dan aman, sehingga nantinya tidak terjadi reaksi antar bahan-bahan yang mungkin mudah bereaksi. lalu lab harus dilengkapi dengan ventilasi yang cukup atau menyediakan Exhaust fan agar jika ada bahan-bahan yang bocor tidak terkungkung pada ruang lab. lalu persiapan dengan adanya alat pemadam api serta kotak P3K. Para pengguna lab harus mematuhi SOP yang ada di lab serta harus menggunakan pelindung tubuh seperti menggunakan jas lab dan masker ketika memasuki lab.

    terima kasih.

    BalasHapus
  6. Menanggapi pertanyaan nomor dua yaitu Bagaimanakah meminimalisir kesalahan dilaboratorium ?
    Untuk Meminimalisir kesalahan kecelakaan dengan cara, tidak melalukan kecelakaan sekecil apapun , Lingkungan kerja termasuk bangunan, alat, sistem, dan sarana laboratorium harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan menimbulkan bahaya kecelakaan, dan laboran/teknisi memiliki professional bidangnya untuk menjaga dari kesalahan.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus


  7. Menanggapi soal no 3.
    yang berperan dalam peningkatan mutu lab, diantaranya ;

    1. Personal (pengelola ),Sumber Daya Manusia ( SDM )
    2. Fasilitas ( pendanaan )
    Sedangkan faktor lain yang ikut menunjang adalah:
    1.Tata ruang dan imfrastruktur
    2.Administrasi dan inventori

    BalasHapus
  8. Menanggapi pertanyaan no 3
    Menurut saya pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan manajemen mutu laboratorium ipa yaitu semua pihak yang ada disekolah dimulai dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah, dan termasuk siswa. Dimana pihak-pihak tersebut akan dibentuk dalam suatu susunan struktur organisasi manajemen laboratorium IPA yang terdiri dari kepala laboratorium, teknisi, laboran yang nantinya pihak tersebut akan lebih berfokus pada tanggung jawab tugasnya masing-masing. tugas siswa disini lebih dalam bentuk menjaga dan merawat semua peralatan,bahan dan lingkunga agar tetap selalu dalam keadaan baik

    BalasHapus
  9. menanggapi pertanyaan nomor dua, untuk meminimalisir kecelakaan dilaboratorium mak pertama di perlukan laboran dan tekhnisi laboratorium yang ahli dibidang nya sehingga pada saat melakukan praktikum menggunakan zat dan alat yang berbahaya dia mampu menyampaikan cara penggunaan yang baik dan cara menghindari kesalahan,kemudian tata ruang juga harus tersusun rapi antara zat berbhaya dengan zat lain yang tidak berbahaya harus memiliki box simpanan masing - masing.semua alat yang berpotensi bahaya harus diberi label berbahaya serta contac person yang bisa dihubungi jika terjadi kesalahan.

    BalasHapus
  10. Assalamualaium wr.wb
    Saya mencoba menjawab soal no 3
    Yang berperan dalam meningkatkan mutu labor yaitu Kepala sekolah, kepala laboratorium, Guru-guru bidang studi IPA, teknisi dan laboran. Setiap orang mempunyai tugasnya masing masing untuk meningkatkan mutu laboratorium
    Terima kasih

    BalasHapus
  11. Menurut pendapat saya, bagaimanakah cara Meminimalisir kesalahan laboratorium ?
    yaitu dengan cara memperhatikan dengan baik standar operasional praktikum, dengan memperhatikan hal itu maka praktikum akan berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  12. Siapa sajakah yang berperan dalam peningkatan mutu laboratorium di sekolah ?
    semua elemnt seharus nya bisa berperan dalam peningkatan mutu suatu labor disekolah, namun ditekankan kepada phak sekolah guru, laboran serta siswa,,,,, artinya rasa kerjasama antar elment dalam sekolah sangan mendukung peningkatan mutu labor sekolah

    BalasHapus
  13. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 yaitu, Bagaimanakah meminimalisir kesalahan dilaboratorium ? Cara meminimalisirkan kesalahan dilaboratorium adalah dengan mengikuti SOP yang telah dimiliki sekolah tersebut lalu melakukan kegiatan berdasarkan aturan yang ada maka tingkat terjadinya kesalahan akan berkurang

    BalasHapus
  14. Menaggpi pertanyaan nomor 2, caranya adalah membkali siswa dgn pertsiapan sblm praktikum dgn baik, dan kemudian memiliki laboran yg cakap dan tau cara menggunakan alat yg baik dan bnar dalam mengarahkan siswa

    BalasHapus

Posting Komentar