BASIC LABORATORY SKILL (PERSIAPAN)
Laboratorium
adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan.
Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan
dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. di sekolah
laboratorium mempunyai fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan
metoda praktikum yang dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk
berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara
langsung.
Beberapa
hal penting dalam perencanaan kegiatan laboratorium adalah seperti yang akan
dikemukakan berikut ini.
1.
Perencanaan kegiatan laboratorium dilaksanakan
sekurang-kurangnya satu kali setiap sebelum satu semester dan satu tahun ajaran
baru.
2.
Perencanaan kegiatan laboratorium harus
sesuai dan mendukung program kerja sekolah.
3.
Perencanaan kegiatan laboratorium harus
didahului dengan evaluasi dan analisis keadaan serta peluang dan hambtan yang
dimiliki laboratorium.
4.
Perencanaan kegiatan laboratorium dikembangkan
berdasarkan hasil analisis keadaan pada semester berjalan atau yang lalu.
5.
Perencanaan kegiatan laboratorium harus
menyebutkan secara eksplisit segala kebutuhan yang diperlukan untuk
pelaksanaannya.
6.
Perencanaan kegiatan laboratorium harus
mencantumkan secara eksplisit frekuensi dan jadwal kegiatan yang akan
dilakukan.
7.
Perencanaan kegiatan laboratorium harus
mencantumkan secara eksplisit wewenang, kewajiban dan tugas serta tanggung
jawab setiap personalia dan guru yang terlibat dalam kegiatan laboratorium,
jika perlu sampai kepada hak-hak yang dapat diperoleh oleh setiap individu
tersebut.
8.
Perencanaan kegiatan laboratorium harus
disampaikan kepada pihak sekolah sebagai proposal kegiatan laboratorium untuk
semester atau tahun ajaran yang akan datang.
9.
Setelah proposal perencanaan kegiatan
laboratorium itu disetujui oleh pihak sekolah, hendaknya segera diinformasikan
kembali kepada semua pihak yang terlibat sebagai program kerja laboratorium
yang resmi akan dilaksanakan.
10. Semua pihak yang terlibat hendaknya dapat mentaati
dan malaksanakan segala yang sudah direncanakan secara maksimal.
Perencanaan
/ Persiapan yang matang dan sesuai dengan kondisi sekolah sangat perlu disusun
dengan baik, sehingga pelaksanaan praktikum di laboratorium tidak
terlambat.Penyusunan perencanaan kegiatan labor, disusun diawal tahun
pelajaran tahapan ini praktikan harus
mempersiapkan segala yang diperlukan dalam praktikum, antara lain :
a. menetapkan
jadwal kegiatan laboratorium
b. menyusun program tahunan
c. menyusun
program kebutuhan alat dan bahan
d. ceking alat dan bahan yang dibutuhkan
e. pembelian dan perbaikan alat / bahan
KETERAMPILAN DASAR DALAM
LABORATORIUM
Keterampilan dasar
dalam laboratorium itu meliputi: Keterampilan sebelum praktikum (Persiapan), saat praktikum (Pelaksanaan) dan setelah praktikum (Pasca praktikum). Pada artikel
ini akan dibahas keterampilan dasar sebelum praktikum, yaitu sebagai
berikut:
1.
Mengetahui & Mempersiapkan Perlengkapan
Wajib Praktikum
Hal-hal yang
perlu dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan praktikum, kelengkapan seperti:
jas lab, masker, sarung tangan, sepatu, dan sebagainya. Kelengkapan ini umumnya
dipakai sebelum melakukan praktikum di laboratorium, dan untuk menjaga keamanan
praktikan dari alat dan bahan yang digunakan.
2.
Mengetahui
Macam-Macam Alat Dalam Laboratorium Beserta Fungsinya
Keterampilan untuk mengetahui macam-macam alat laboratorium beserta fungsinya
diperlukan agar alat-alat laboratorium digunakan sesuai fungsinya dengan benar.
Disebuah praktikum, praktikan (siswa atau pengelola) diwajibkan mengenal dan
memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat laboratorium. Alat-alat
dilaboratorium dapat dibagi berdasarkan jenis bahan pembuatnya atau berdasarkan
fungsinya.
3.
Mengetahui atau Mengenal zat-zat kuat yang
dapat membahayakan tubuh
Di dalam laboratorium khususnya IPA terdapat
bahan-bahan biasanya berupa zat-zat kimia. Bahan kimia dapat dikenali melalui
sifat dan wujudnya. Sifat bahan kimia berupa asam, basa dan bentuk garam. Wujud
bahan kimia dapat berbentuk padatan, cairan, dan gas. Bahan juga dapat dikenali
dengan menggunakan indera misalnya tembaga sulfat bentuk kristal warna biru,
iodium bentuk kristal berwarna coklat ungu. Sebelum mengenali bahan sebaiknya
dikenali dahulu sifatnya dengan melihat simbol bahaya yang tercantum pada
label.
4.
Menguasai
Konsep/ Teori Dasar Mengenai Praktikum
Konsep/ teori dasar
biasanya dipelajari sebelum melakukan praktikum di laboratorium. Siswa diberikan
bahan ajar yang bisa dibaca dan dipelajari sebelum praktikum. . Hal ini
diperlukan agar siswa memiliki pengetahuan dasar dan memahami dasar konsep dari
materi yang diparktikumkan. Sebelum
praktikum, konsep tersebut diuji coba berupa pretest yaitu dengan memberikan
beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa.
5.
Mengetahui Prosedur Yang
Akan Dilakukan Dalam Praktikum
Sebelum melaksanakan praktikum, praktikan hendaknya telah mengetahui
prosedur apa saja yang dilakukan pada praktikum. Prosedur praktikum biasanya
telah dituangkan pada penuntun praktikum. Keterampilan dasar ini diperlukan
agar pada saat pelaksanaan praktikum siswa dapat melakukannya sesuai teori dan
prosedur, dapat meminimalisir terjadinya kesalahan prosedur dan mengindari
siswa agar tidak binggung ketika melaksanakan praktikum.
6.
Mengetahui Alat Dan Bahan Yang Akan Digunakan
Dalam Praktikum
Untuk mempermudah
mengetahui alat dan bahan yang berada didalam laboratorium dapat dilakukan
dengan pemberian label terhadap jenis-jenis alat dan bahan di laboratorium.
Pemberian label terhadap jenis – jenis bahan diperlukan untuk dapat mengenal
dengan cepat dan mudah sifat bahaya dari suatu bahan. Pengenalan dengan label
ini amat penting dalam penanganannya, serta transportasi dan
penyimpanan bahan-bahan atau pergudangan. Cara penyimpanan bahan-bahan di
laboratorium memerlukan pengetahuan dasar akan sifat bahaya serta kemungkinan
interaksi antara bahan serta kondisi yang mempengaruhinya.
7. Mengetahui cara penggunaan alat dalam laboratorium
Sebelum melaksanakan praktikum,
praktikan diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari
alat-alat laboratorium. Alat-alat dilaboratorium dapat dibagi berdasarkan jenis
bahan pembuatnya atau berdasarkan fungsinya.
8.
Mengetahui
cara mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium
Sebelum melakukan
praktikum, hendaknya memeriksa alat-alat yang akan digunakan. Sterilisasi sebagai proses untuk membebaskan suatu benda dari
semua mikroorganisme, baik bentuk vegetative maupun bentuk spora. Kalibrasi
adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara
membandingkannya dengan standar/tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk
memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan
instrumen lainnya. Dalam mensterilkan dan mengkalibrasi alat-alat laboratorium hendaknya
dikuasai oleh setiap praktikan (siswa atau pengelola). Setiap alat-alat yang
akan dan telah digunakan pada praktikum wajib disterilisasikan oleh praktikan
agar alat-alat tersebut bersih dan tidak meninggalkan zat-zat sisa kimia.
Kebersihan meja praktikum serta penataan alat dan zat-zat kimia harus tertata
dengan baik. Dengan kerapihan dan penataan meja praktikum beserta alat dan
zat-zat kimia akan mengecilkan kemungkinan mencampur adukan sample, salah
menambahkan zat kimia, menumpahkan larutan dan memecahkan alat gelas. Keterampilan
mengakalibrasi alat-alat dalam laboratorium diperlukan agar fungsi dan
penggunaan alat tersebut benar dan sesuai fungsinya, sehingga menghindari
siswa/praktikan untuk memperoleh hasil percobaan yang keliru.
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan
3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi (Indra, 2008) :
1. Sterelisasi
secara mekanik (filtrasi)
Sterelisasi dengan metode
ini menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0,22 mikron atau 0,45
mikrob) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan
untuk sterelisasi bahan yang peka terhadap panas, misalnya larutan enzim dan
antibiotik.
2. Sterelisasi
secara fisik
Sterelisasi dengan metode
ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemanasan dan penyinaran dengan ultra
violet.
a. Pemanasan
· Pemijaran
(dengan api langsung)
Metode ini dengan membakar
alat pada api secara langsung. Contoh alat : Jarum inokulum, pinset, batang L,
dan sebagainya.
· Panas
kering
Metode ini dengan
menggunakan oven kira-kira 60-180°C. Contoh alat : erlenmeyer, tabung reaksi,
atau alat-alat yang terbuat dari kaca lainnya.
· Uap
air panas
Metode ini dengan cara
mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggunakan metode ini supaya
tidak terjadi dehidrasi.
· Uap
air panas bertekanan
Metode ini menggunakan
autoklaf
b. Penyinaran
dengan Ultra Violet
Metode ini menggunakan
sinar ultra violet. Misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada
permukaan interior safety cabinet dengan sinar lampu UV.
3. Sterilisasi
secara kimiawi
Sterelisasi dengan metode
ini biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.
PENULIS PADA TAHAP PERSIAPAN INI BERFOKUS PADA STERILISASI ALAT SEBELUM MELAKSANAKAN PRAKTIKUM
PENULIS PADA TAHAP PERSIAPAN INI BERFOKUS PADA STERILISASI ALAT SEBELUM MELAKSANAKAN PRAKTIKUM
JUDUL PRAKTIKUM : Respirasi Pada Serangga
Dasar Teori :
Respirasi adalah seluruh proses pengambilan O2 untuk memecah
senyawa-senyawa organik sehingga menghasilkan energi dan sisa berupa CO2 dan
H2O. Pertukaran gas O2 dan gas CO2 berlangsung melalui proses difusi yang
berlangsung di alat pernafasan. Alat-alat pernafasan dapat berupa paru-paru,
insang, trakea maupun bentuk lain yang dapat melangsungkan pertukaran gas O2
dan CO2.
Alat pernafasan serangga
berupa sistem trakea yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan O2 ke
seluruh tubuh serta mengeluarkan CO2. Trakea memanjang dan bercabang-cabang
menjadi saluran kecil yang menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Jadi dalam
sistem ini tidak membutuhkan bantuan sistem transportasi darah. Udara masuk dan
keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuh
serangga (spirakel). Selanjutnya udara masuk ke pembuluh trakea yang memanjang
dan sebagian ke kantung hawa. Terjadinya pertukaran gas sisa terjadi karena
kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.
Tujuan Praktikum :
- Mengetahui banyaknya
oksigen yang dibutuhkan oleh serangga (jangkrik)
- Mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi respirasi pada serangga (jangkrik)
Adapun keterampilan dasar
yang harus dimiliki sebelum melaksanakan praktikum adalah :
1. Menguasai Konsep/ Teori
Dasar Mengenai Praktikum
Sebelum melaksanakan
praktikum siswa sebaiknya telah memahami teori dasar dari respirasi dan
memahami konsep atau praktikum apa yang akan dilakukan sehingga materi yang
telah diajarkan oleh guru dikelas berkesinambungan dengan praktikum yang akan
dilaksanakan.
2. Mengetahui &
Mempersiapkan Perlengkapan Wajib Praktikum
Siswa dan tenaga laboratorium menyiapkan
perlengkapan yang digunakan pada saat praktikum dapat berupa jas laboratorium,
masker, sarung tangan, sepatu dll.
a.
Jas laboratorium
Jas Lab adalah salah satu
Alat Pelindung Diri yang wajib digunakan oleh praktikan di lingkungan laboratorium.
Sesuai fungsinya penggunaan jas lab ditujukan agar para pemakainya terhindar
dari paparan atau percikan bahan kimia yang digunakan. untuk itu sangat tidak
disarankan menggunakan jas lab lengan pendek..
b. Masker
Masker berfungsi untuk
melindungi pernafasan sekaligus bagian percernaan. Ketika terhirup dan
tertelan. Resiko yang lebih tinggi untuk terkena ialah terhirup karena kita
harus terus bernapas walaupun di tempat yang banyak bahan kimia berbahaya.
Berikut langkah-langkah
penggunaan masker biasa/bedah yang benar :
Sebelum menyentuh masker,
cuci tangan Anda dengan air dan sabun atau hand sanitizer
1.
Ambil sebuah masker dan pastikan tidak ada
noda kotoran atau lubang/sobekan pada setiap sisi masker.
2.
Tentukan sisi atas masker yang ditandai dengan
adanya kawat hidung (nose piece) dan tempatkan pada bagian atas.
3.
Tentukan yang mana sisi luar dan sisi dalam
masker, sisi luar biasanya ditandai dengan bagian yang berwarna dan memiliki
permukaan yang lebih kasar serta arah lipatan menghadap ke bawah, sedangkan
sisi dalam biasanya berwarna putih dan memiliki permukaan yang lebih halus.
4.
Ikuti instruksi di bawah ini untuk berbagai
tipe masker yang digunakan:
Masker dengan karet telinga: gantung masker dengan melingkarkan karet pada setiap telinga.
Masker dengan tali pengikat: Letakkan sisi atas masker pada batas atas hidung dan ikatkan tali bagian atas pada belakang atas kepala Anda.
Masker dengan karet telinga: gantung masker dengan melingkarkan karet pada setiap telinga.
Masker dengan tali pengikat: Letakkan sisi atas masker pada batas atas hidung dan ikatkan tali bagian atas pada belakang atas kepala Anda.
5.
Tempelkan dan bentuk kawat hidung (nose
piece) mengikuti lekuk hidung Anda.
6.
Jika menggunakan masker dengan tali pengikat,
ikatkan tali bagian bawah pada belakang leher.
7.
Tarik bagian bawah masker sampai menutupi
seluruh mulut dan dagu Anda.
Tangan
kita merupakan bagian tubuh yang kita gunakan untuk melakukan pekerjaan di lab.
Mengaduk, mengambil, memindahkan, dan lain lain. Bahan berbahaya tidak boleh
terkena walau hanya setetes. Misalnya saja asam kuat, jika terkena maka kulit
akan melepuh dan terasa panas dan perih. Itulah efek korosif dari asam kuat.
Atau untuk mengangkat suatu yang panas juga di gunakan sarung tangan.
1.
Lepaskan jam tangan, cincin dan lengan pakaian
panjang di tarik ke atas
2.
Inspeksi kuku dan permukaan kulit apakah ada
luka
3.
Perawat mencuci tangan
4.
Buka pembungkus bagian luar dari kemasan
sarung tangan dengan memisahkan sisi - sisinya
5.
Jaga agar sarung tangan tetap di atas
permukaan bagian dalam pembungkus
6.
Identifikasi sarung tangan kiri dan kanan,
gunakan sarung tangan pada tangan yang dominan terlebih dahulu
7.
Dengan ibu jari dan telunjuk serta jari tangan
yang non dominan pegang tepi mancet sarung tangan untuk menggunakan sarung
tangan dominan
8.
Dengan tangan yang dominan dan bersarung
tangan selipkan jari - jari ke dalam mancet sarung tangan kedua
9.
Kenakan sarung tangan kedua pada tangan yang
non dominan
10.
Jangan biarkan jari -jari tangan yang sudah
bersarung tangan menyentuh setiap bagian atau benda yang terbuka
11.
Setelah sarung tangan kedua digunakan mancet
biasanya akan jatuh ke tangan setelah pemakaian sarung tangan
12.
Setelah kedua tangan bersarung tangan tautkan
kedua tangan ibu jari adduksi ke belakang
13.
Pastikan setelah pemakaian sarung tangan
steril hanya memegang alat - alat steril
d.
Sepatu
Sepatu sudah sewajarnya dipakai ketika kita bekerja dalam lab. Sepatu
melindungi kaki praktikan dan meminimalisir resiko terkena tumpahan bahan
berbahaya.
3. Mengetahui Macam-Macam Alat
yang digunakan pada saat praktikum
Alat yang harus dipersiapkan dalam praktikum
respirasi pada serangga adalah sbb :
1.
Respirometer sederhana dengan pipa berskala
2.
Stopwatch
3.
Pipet tetes
4.
Kapas
5.
Plastisin
4. Mengetahui atau Mengenal
bahan dan zat pada saat parktikum
Bahan-bahan yang
digunakan adalah :
a.
Eosin adalah sebagai indikator oksigen yang
dihirup oleh organisme percobaan (jangkrik) pada respirometer. Saat jangkrik
menghirup oksigen maka terjadi penurunan tekanan gas dalam respirometer
sehingga eosin bergerak masuk ke arah respirometer
b.
Kristal KOH/NaOH sebagai pengikat CO2 agar
tekanan dalam respirometer menurun. Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas
dalam respirometer akan tetap dan eosin tidak bisa bergerak. Akibatnya volume
oksigen yang dihirup serangga tidak bisa diukur.
c.
Jangkrik
5. Mengetahui Prosedur Yang
Akan Dilakukan Dalam Praktikum
Siapkan
alat dan bahan dan susunlah instrumen seperti gambar di atas, caranya sebagai
berikut:
- Bungkus Kristal KOH/NaOH dengan kapas,
kemudian masukkan ke dalam tabung respirometer
- Kemudian masukkan jangkrik yang sudah
ditimbang ke dalam tabung respirometer
- Tutup tabung respirometer kemudian
sambungan penutupnya diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dan
keluar
- Tetesi eosin pada ujung pipa respirometer
dengan menggunakan pipet tetes secukupnya
- Ukur pergerakan eosin dengan menggunakan
stopwatch secara berkala (2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit, 10 menit)
6. Mengetahui cara penggunaan
bahan eosin, Kristal KOH
7.
Mengetahui cara penggunaan pipet tetes, stopwatch
8.
Mengetahui cara mensterilkan meja praktikum dan pipet tetes yang akan
digunakan.
Desinfeksi meja kerja
· Semprot
sekitar meja kerja dengan alcohol 70 % beberapa kali sampai merata
· Semprot tangan
dengan alcohol
· Letakkan alat
dan bahan yang diperlukan
· Semprot lagi
dengan alcohol semua permukaan alat
· Setelah itu
diamkan jika ingin bekerja tangan di semprot lagi dengan alcohol dan di usapkan
ke seluruh permukaan tangan.
- Sterilisasi pipet tetes dapat menggunakan metode pemanasan yaitu panas
kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi
panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung
reaksi dll. oven yang sebelumnya
sudah dibungkus dengan
kertas Koran, selain itu Alat-alat
gelas yang akan dimasukkan dalam
oven harus dalam keadaan kering.


1. Apakah
tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ?
2. Bagaimanakah
mempersiapkan alat dan bahan sebelum melaksanakan praktikum ?
3. Bagaimanakah
jika dari ke enam penyusunan perencanaan kegiatan labor tidak dilaksanakan ?





Menanggapi pertanyaan nomor 1, praktikum tentu dapat dilaksanakan tapi tidak akan berjalan maksimal, contohnya tanpa ada prencanaan jadwal maka akan terjadi kekacauan kelas mana yg akan lebih dulu melaksanakan praktikum, kemudian tanpa persiapan alat2 dna bahan maka sangat kerepotan sekali pada saat melaksanakan praktikum jika separuh jam plajaran hanya dipakai untuj persiapan sedangkan siswa hanya memiliki 2 x45 menit waktu praktikun
BalasHapusMenanggapi pertanyaan pertama Apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan? Bisa saja tapi tdk akan berjalan efektif. Sebaiknya persiapkan praktikum, baru laksanakan. Karena akan berdampak kecelakaan lab jika tdk dipersiapkan dgn baik, selain itu tujuan pembelajaran kmungkinan susah utk trcapai. Terimakaaih
BalasHapus3. Bagaimanakah jika dari ke enam penyusunan perencanaan kegiatan labor tidak dilaksanakan ?
BalasHapustentu saja kegiatan praktikum tidak maksimal dan tidak sesuai dengan harapan. sebagai contoh, pada saat akan melaksanakan praktikum, alat dan bahan blm disiapkan, tentu saja akan terjadi kekacauan seperti mengganggu waktu praktikum. atau bisa jadi alat dan bahan yang akan digunakan tidak tersedia ataupun rusak, maka praktikum tidak dapat dilaksanakan, dll.
terima kasih
Menanggapi pertanyaan pertama. Tanpa adanya persiapan praktikum sudah bisa dilaksanakan, tapi tentu ada banyak kemungkinan yang bisa terjai. Diantaranya; Praktikan tidak siap, aktivitas praktikum tidak terukur, tingkat keamanan rendah dengan segala resikonya, dll. Terima kasih
BalasHapusmenanggapi pertanyaan No 3 Apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ?
BalasHapusmenurut saya bisa akan tetapi tanpa adanya persiapan kegiatan didalam Praktikum tidak akan berjalan atau terlaksana dengan baik, karena sesuatu hal tanpa adanya persiapan akan membuat kita tidak bisa melaksanakan praktikum dengan baik.....
Assalamualaikum
BalasHapusApakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ? Tentu saja bisa tapi pratikum tidak akan maksimal. Karena tahap persiapan diperlukan untuk kelancaran pratikum
1. Menurut saya tentu saja prakrtikum tidak dapat dilaksanakan tanpa tahap perisapan. Misalnya tidak menggunakan perlengkapan lengkap praktikum seperti jas lab, sepatu, sarung tangan, jika hal tersebut tidak dipersiapkan memungkinkan praktikan akan mengalami cidera apabila terjadi kecelakaan kerja dan akan membahayakan praktikan/siswa. Tidak menyediakan alat dan bahan, kegiatan praktikum apa yang dapat dilaksankan jika alat & bahan pun tidak ada.
BalasHapusBagaimanakah jika dari ke enam penyusunan perencanaan kegiatan labor tidak dilaksanakan ?
BalasHapusbagaiman mungkin syarat dari pelaksanaan labor tak ada yg di laksanakan namun mengharap kegiatan lab berlangsung, kurang salah satu perencanaan saja sudah membuat terganggu apalagi dengan tak adanya perencanaan, artinya perencanaan perlu.
Menanggapi pertanyaan no.1 mengenai "Apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ?"
BalasHapusMenurut saya, praktikum tetap bisa dilaksanakan walaupun tanpa adanya persiapan terlebih dahulu,namun kegiatan praktikum akan berjalan kurang efektif dan kurang efisien. Misalnya saja, siswa tidak menggunakan pakaian keselamatan/ jas lab ketika akan praktikum, hal ini pasti berdampak akan keselamatan siswa tsb selama praktikum.
Terima kasih.
Menanggapi pertanyaan nomor 1, Apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ? praktikum dapat dilaksanakan, tentunya tidak sesuai dengan semestinya. karena disaat mengerjakan sesuatu harusnya kita persiapan terlebih dahulu, contoh: siswa yang datang ke sekolah pastilah harus menyiapkan perlengkapan sekolah apa yang harus ia bawa, begitu juga dengan persiapan praktikum.
BalasHapusBagaimanakah mempersiapkan alat dan bahan sebelum melaksanakan praktikum ?
BalasHapuslangkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum IPA (Sutrisno, 2005: 46):
a. Pemilihan alat-alat laboratorium sesuai dengan jenis, jumlah dan spesifikasi yangdibutuhkan
untuk proses pembelajaran.
b. Memeriksa kelengkapan dan asesoris dari setiap alat yang akan digunakan.
c. Melakukan perawatan dan pemeliharaan alat-alat laboratorium yang akan digunakan.
d. Melakukan perbaikan bila memang dibutuhkan dan dapat dilakukan.
e. Mengganti bagian yang tidak dapat diperbaiki dengan pengganti yang tepat.
f. Memeriksa unjuk kerja atau kinerja dari setiap alat yang akan digunakan.
g. Menguji coba seting alat-alat yang akan digunakan pada percobaan atau demonstrasi
yang sesungguhnya akan dilakukan.
h. Menganalisis data hasil uji coba sesuai dengan tujuan praktikum atau demonstrasi yang akan
dilakukan.
i. Menyimpan alat-alat yang sudah diseting dan sudah diuji coba di tempat yang memudahkan
penggunaannya.
j. Menggunakan alat-alat pada jadwal yang sudah ditentukan.
1. Apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ?
BalasHapustidak bisa dilaksanakan praktikum apabila tidak ada persiapan sama sekali, untuk melaksanakan praktikum harus ada persiapan yang matang mulai dari materi sampai pada alat dan bahan yang akan digunakan itu semua butuh persiapan agar praktikum bisa berjalan dengan baik.
menanggapi pertanyaan no 1 menutu saya praktikum bisa saja dilakukan tanpa adanya persiapan terlebih dahulu, namun Persiapan merupakan langkah penting agar praktikum dapat dilaksanakan secara terarah, teratur, terjadwal dan dapat mencapai tujuan.
BalasHapusPersiapan juga penting agar kita semakin percaya diri dengan apa yang akan dilakukan, agar praktikum dapat berljalan secara efektif
Menanggapi pertanyaan no 2 Bagaimanakah mempersiapkan alat dan bahan sebelum melaksanakan praktikum ?
BalasHapus1. Mengenal Bahan
Bahan kimia dapat dikenali melalui sifat dan wujudnya. Sifat bahan kimia berupa asam, basa dan bentuk garam. Wujud bahan kimia dapat berbentuk padatan, cairan, dan gas. Bahan juga dapat dikenali dengan menggunakan indera misalnya tembaga sulfat bentuk kristal warna biru, iodium bentuk kristal berwarna coklat ungu. Sebelum mengenali bahan sebaiknya dikenali dahulu sifatnya dengan melihat simbol bahaya yang tercantum pada label.
2. Pemberian Label dan Penyimpanan Bahan Kimia
Pemberian label terhadap jenis – jenis bahan kimia diperlukan untuk dapat mengenal dengan cepat dan mudah sifat bahaya dari suatu bahan kimia. Pengenalan dengan label ini amat penting dalam penanganannya, transportasi dan penyimpanan bahan-bahan atau pergudangan. Cara penyimpanan bahan-bahan kimia memerlukan pengetahuan dasar akan sifat bahaya serta kemungkinan interaksi antara bahan serta kondisi yang mempengaruhinya.
3. Dalam sebuah praktikum, praktikum diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat laboratorium. Alat-alat dilaboratorium dapat dibagi berdasarkan jenis bahan pembuatnya atau berdasarkan fungsinya.
4. Sebelum melakukan praktikum, hendaknya memeriksa alat-alat yang akan digunakan. Untuk alat-alat dalam penggunaannya memerlukan ketelitian dan kehati-hatian.
5. kebersihan meja praktikum serta penataan alat dan zat-zat kimia harus tertata dengan baik. Dengan kerapihan dan penataan meja praktikum beserta alat dan zat-zat kimia akan mengecilkan kemungkinan mencampur adukan sample, salah menambahkan zat kimia, menumpahkan larutan dan memecahkan alat gelas.
Apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan.
BalasHapusSebelum melaksanakan praktikum sangat diperlukan persiapan terlebih dahulu terutama alat dan bahan, jika tidak dipersiapkan tentu kegiatan praktikum tidak dapat dilaksanakan, kecuali ada bahan alternatif yg bisa digunakan pada saat itu.
Assalamualaikum, saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 3, apabila dalam 6 perencanan kegiatan itu tidak dilaksanakan salah satunya, perencanaan tidak akan berjalan dengan baik, yang dimana perencanaan kegiatan meliputi :
BalasHapusa. menetapkan jadwal kegiatan laboratorium
b. menyusun program tahunan
c. menyusun program kebutuhan alat dan bahan
d. ceking alat dan bahan yang dibutuhkan
e. pembelian dan perbaikan alat / bahan
Apabila salah satu di atas tidak dilaksanakan perencanaan kegiatan labor tidak maksimal dan tidak berjalan dengan baik.. Misalnya menyusun program alat dan bahan dibutuhkan tidak dilaksanakan sehingga pada saat guru akan melaksanakan praktikum alat dan bahan tidak ada. Dan praktikum tidak jadi berjalan dan mengagnggu proses pembelajaran.
Menanggapi pertanyaan nomor satu
BalasHapusApakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ?
Menurut saya bisa, dan berpotensi terjadi kesalahan sehingga mengalami kecelakaan karena persiapan yg tidak matang
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu apakah tanpa adanya persiapan praktikum di sekolah dapat dilaksanakan ?Pratikum dapat saja dilakukan hanya saja seberapa efektif pratikum tersebut berlangsung tergantung dari persiapan pratikum tersebut
BalasHapus
BalasHapusMenanggapi soal no 1.
Dapat. Tetapi praktikum tidak akan berjalan dengan baik dan maksimal, tanpa adanya persiapan
Menanggapi pertanyaan kedua yaitu Bagaimanakah mempersiapkan alat dan bahan sebelum melaksanakan praktikum ? mempersipkan alat dan bahan melalui Kepala Laboratorium dengan mengajukan surat Praktikum oleh guru dan Praktikan, manajukan Bon peminjaman alat dan bahan kepala Laboran untuk mengatur jadwal kesediaan alat yang dilakukan paling lambat 1 minggu sebalum pelaksanaan praktikum.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Assalamualaikum
BalasHapusSaya akan menanggapi pertanyaan No 1. Menurut saya kegiatan praktikum trap dapat berjalan, hanya saja tentu praktikum yang dilakukan tidak berjalan maksimal seperti yang diinginkan. Misalnya tanpa persiapan saat penggunaan alat ataupun bahan sering terjadi kesalahan